Seluruh anggota rumah, termasuk bocah-bocah yang tengah menginap di tempat kakek neneknya karena liburan, telah bangun. Hari masih pagi, baru sekitar jam 6.30 WIB. Dari luar, sepasang suami istri datang bersama anak perempuannya yang baru berusia dua tahunan, rapih. Ada tas punggung anak-anak yang penuh berisi, di genggaman sang ayah.
Setelah perbincangan yang tidak terlalu panjang dengan mertua, Nia, sang menantu bersiap pergi dengan suaminya.
"Rani, di sini dulu ya, sama kakek nenek. Kumpul dengan yang lain. Bunda mau kerja dulu, keluar kota. Nanti Bunda jemput sama ayah, ya...!?" sambil sedikit membungkuk, Nia berkata kepada Rani, putrinya.
"Iya," jawabnya, santai, tanpa ekspresi yang jelas. Entah mengerti atau tidak apa yang dimaksudkan orang tuanya.
Nenek kakek senyum-senyum saja. Senang-senang saja ada cucu di situ, meski masih ada beberapa cucu lainnya yang juga menginap di situ.
Hingga...
"Mau kemana, Tante ?"
Spontan. Tak ada yang menyadari kedatangannya. Hanif, bocah kelas 2 SD itu, sepupu Rani, telah hadir di antara mereka.
"Mau pergi, kerja, Hanif," masih agak terkejut dengan pertanyaan yang tiba-tiba itu, Nia mencoba menjawab.
"Rani ditinggal, Tante ? Dititipin ?" bak seorang detektif, Hanif terus menyelidik.
Belum lagi terjawab,
"Anak kok dititip-titipin, ditinggal-tinggalin ! Enggak enak, tau !" Entah siapa yang mengajarkannya..
"Aku udah ngerasainnya, Tante! Enggak enak !" Nyerocos saja... ketus !! Tanpa rem.
Nia tertampar, tertusuk! Dalam! Anak sekecil itu.... ???
"Memangnya kenapa, Hanif ?" dikumpulkannya energinya yang runtuh, untuk mencoba berhati-hati bertanya..
"Enggak enak, Tante, sering ditinggal-tinggal sama Ibu, keluar kota,keluar negeri! dititipin! Emangnya apaan ?!" sinis.
Tumpah sudah uneg-uneg bocah kecil itu, yang bahkan mandi pun belum. Apa yang dirasakannya, tak ingin ia lihat dirasakan juga oleh saudaranya lagi. Ada kepedihan di sana.
Dirinya yang cukup sering ditinggal bertugas oleh sang ibu (seorang pejabat di sebuah instansi pemerintah), keluar kota, keluar negeri, sungguh tak membuatnya bahagia. Bagian ini tak ingin ia alami, jika ia bisa memilih.
Sedari kecil, bahkan batita,Hanif seringkali dititipkan di rumah nenek kakeknya. Atau ditinggalkan di rumah, hanya dengan pembantu dan pengasuhnya. Kakaknya malah sudah di sekolahkan sejak usianya belum lagi genap dua tahun, meski hanya di PAUD (Pendidikan anak usia dini).Mungkin itu adalah salah satu cara aman untuk meninggalkan anak ketika si ibu bekerja.
Saking seringnya ditinggal, suatu ketika Hanif pernah berujar ,"Ibu libur, ya ? Asyiiik...! Aku senang kalau Ibu libur, jadi bisa sama aku. Bu, tau gak, aku tuh suka berdo'a, supaya ibu bisa di rumah terus, biar nemanin aku...!"
Ah, Hanif.... !!
Ibu mana yang tak menginginkan kebahagiaan bagi anaknya ? Ibu mana yang ingin melihat anaknya bak gembel, tak terurus, baju compang camping, hanya lantaran kesibukannya bekerja, padahal materi tak sedikit yang dipunya.
Tapi sungguh... itulah yang dirasakan Hanif! Kebersamaan, terutama dengan ibu, sesuatu yang begitu mahal dan berharga baginya. Hanif memang membutuhkan materi, tapi agaknya, bukanlah yang utama...
Ya, terbayang dalam ingatan Nia, betapa hidupnya mata Rani,(dan pasti juga Hanif), ketika dipeluk olehnya. Ada kebahagiaan. Ada kerinduan !! Kehangatan ! Itulah !
Ah, Rani...
Tapi kadang posisi itu sulit ! Tugas, kerja, materi,(juga ego ??),dan keluarga... Yang mana ? Bagaimana ? Wonder woman ? Duh.... !!!
Nia terpaku. Hilang kata-kata. Lidahnya kelu.
Dan,...telaga kecil mulai terbentuk di kelopak matanya...
***********
"Bunda, aku mau bunda nemenin aku terus, main, jalan-jalan.... Pokoknya bareng !!"
Terus terngiang....!!!
Bekasi, 30 Desember 2009, Rabu pagi
Leni Sudiarti
http://iniblognyaleni.blogspot.com
Rabu, 30 Desember 2009
Kamis, 05 November 2009
If, Why ??
If I have power to do that..
If I can tell whatever in my heart..
If...
But how ??
Dear, we've been together for along time enough
We try to face our days together
although we have different way sometimes
although we have different point of view in the same time
although..
but, we've made it!!
there are babies with us
there are their smile for us
that we've waited for along time..
but, now....??
Shall you go there ?
will you go there ?
and leave us here ????
Why we permit them to make us in different place ?
Why we let them to do that ?
Because of job ?
because of material ?
how come ???
I know,
we need the job
but, don't we have change ?
don't we have options ?
Oh Dear,
please...
don't we have change to change this condition ???
Can I hold this...?????
Oh,Come on, Honey...
It's our life...
Why must be them...????
If I can tell whatever in my heart..
If...
But how ??
Dear, we've been together for along time enough
We try to face our days together
although we have different way sometimes
although we have different point of view in the same time
although..
but, we've made it!!
there are babies with us
there are their smile for us
that we've waited for along time..
but, now....??
Shall you go there ?
will you go there ?
and leave us here ????
Why we permit them to make us in different place ?
Why we let them to do that ?
Because of job ?
because of material ?
how come ???
I know,
we need the job
but, don't we have change ?
don't we have options ?
Oh Dear,
please...
don't we have change to change this condition ???
Can I hold this...?????
Oh,Come on, Honey...
It's our life...
Why must be them...????
Selasa, 27 Oktober 2009
CINTA ILAHIAH
"Pengaruh Cinta Kepada ALLAH dalam Kehidupan Manusia"
- timbulnya pengabdian kepada ALLAH, karena bila seorang hamba mencintai ALLAH pasti dia akan mentaati ALLAH dan Rosul-NYA, dan sudah barang tentu ALLAH akan mencintainya serta mengampuni dosa-NYA.
" Katakanlah (wahai Muhammad), jika kamu(benar-benar) mencintai ALLAH ikuti aku, niscaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa-dosa-Mu. ALLAH maha Pengampun lagi Maha enyayang." (QS 3 : 31) - Membersihkan hati dari kenistaan dan ketergantungan kepada dunia. Cinta kepada ALLAH adalah faktor yang terkuat pengaruhnya dalam hati manusia.
- timbul rasa ingin selalu mengingat-NYA, karena kalbu para pecinta ALLAH selalu mengingat-NYA. "Kalbu pecinta ALLAH selalu condong untuk beribadah, sedangkan kalbu yang lalai dari ALLAH selalu condong bersenang-senang." (diriwayatkan dari Imam Ali A.S)
- rela dengan perintah ALLAH, dan menempatkannya di atas derajat pasrah kepada perintah ALLAH, karena kadang-kadang seseorang pasrah pada suatu perkara, padahal ia tidak merelakan hal itu terjadi.
- menghasilkan kecintaan ALLAH kepadanya. (QS 3 : 31)
Rabu, 21 Oktober 2009
Demam Hilmi
Si kecil Hilmi demam. Sudah masuk hari ketiga. Dua harian ini hanya dilap basah, tidak mandi. Kasihan... Aku saja kalo tidak mandi, rasanya gak enak, lengket... Tapi gimana lagi ?
Tidur jadi tidak senyenyak biasanya, sebentar-sebentar bangun, menangis, diberi minum , tidak selahap biasanya... namun gerak tubuhnya, aktifitasnya, tidak banyak berkurang. Masih aktif..
Meski tidak terlalu panas, namun, iba juga rasanya, melihat genangan air di matanya...
Semoga ini hanya karena ia akan menambah kepandaiannya, menjelang usianya yang 5 bulan, tanggal 27 nanti. Ya, semoga saja...
Cepat sembuh ya, Nak... Biar bisa mandi dengan air lagi, biar bisa lebih segar... biar bisa keliling lagi dengan kereta dorongmu, bersama abang dengan nenek...
Cepat sembuh, sayang..... mmmmmuaahhh....!!!
Tidur jadi tidak senyenyak biasanya, sebentar-sebentar bangun, menangis, diberi minum , tidak selahap biasanya... namun gerak tubuhnya, aktifitasnya, tidak banyak berkurang. Masih aktif..
Meski tidak terlalu panas, namun, iba juga rasanya, melihat genangan air di matanya...
Semoga ini hanya karena ia akan menambah kepandaiannya, menjelang usianya yang 5 bulan, tanggal 27 nanti. Ya, semoga saja...
Cepat sembuh ya, Nak... Biar bisa mandi dengan air lagi, biar bisa lebih segar... biar bisa keliling lagi dengan kereta dorongmu, bersama abang dengan nenek...
Cepat sembuh, sayang..... mmmmmuaahhh....!!!
Selasa, 20 Oktober 2009
SENANDUNG CINTA
Senyummu adalah telaga, penyejuk dalam kehausan...
celotehmu adalah dentingan lagu indah...
candamu adalah bahan bakar dalam keletihan...
manjamu adalah api penyemangat, pengukuhan diri..
pelukmu adalah kehangatan dalam kedinginan jiwa...
sentuhmu adalah penguat dalam kelemahan
ciummu adalah penyatu dalam keretakan..
hadirmu adalah penggugah kasih...
sambutanmu adalah penghargaan yang tak ternilai...
rasa butuhmu, menerbangkaan diri ke angkasa...
ya... cintamu, cintaku...
Tangismu, janganlah ada,
sakitmu, janganlah hadir...
karena itu kan mengusik jiwa ini...
ya, cinta, teruslah ada, menghiasi hari-hari...
menjadi jembatan keridhoan dan kecintaan-NYA..
Ya, Fikri, belahan jiwaku...
celotehmu adalah dentingan lagu indah...
candamu adalah bahan bakar dalam keletihan...
manjamu adalah api penyemangat, pengukuhan diri..
pelukmu adalah kehangatan dalam kedinginan jiwa...
sentuhmu adalah penguat dalam kelemahan
ciummu adalah penyatu dalam keretakan..
hadirmu adalah penggugah kasih...
sambutanmu adalah penghargaan yang tak ternilai...
rasa butuhmu, menerbangkaan diri ke angkasa...
ya... cintamu, cintaku...
Tangismu, janganlah ada,
sakitmu, janganlah hadir...
karena itu kan mengusik jiwa ini...
ya, cinta, teruslah ada, menghiasi hari-hari...
menjadi jembatan keridhoan dan kecintaan-NYA..
Ya, Fikri, belahan jiwaku...
Senin, 19 Oktober 2009
DO'A RASULULLAH...
Ya Allah, aku bermohon dari-Mu
akan kecintaan kepada-Mu dan kepada orang yang mencintai-Mu
dan perbuatan yang akan membawaku untuk mencintai-Mu
Ya Allah, jadikan cintaku kepada-Mu
lebih dari kecintaanku kepada diriku dan keluargaku...
Ya Allah, jadikan cintaku kepada-Mu
lebih aku takuti dari segala sesuatu
selesaikan keperluan-keperluan duniaku
dengan kerinduanku berjumpa dengan-Mu
Jika Engkau hibur mata-mata pencinta dunia
karena dunia mereka, maka hiburlah aku
dengan beribadah pada-Mu
(Al-Hadist)
akan kecintaan kepada-Mu dan kepada orang yang mencintai-Mu
dan perbuatan yang akan membawaku untuk mencintai-Mu
Ya Allah, jadikan cintaku kepada-Mu
lebih dari kecintaanku kepada diriku dan keluargaku...
Ya Allah, jadikan cintaku kepada-Mu
lebih aku takuti dari segala sesuatu
selesaikan keperluan-keperluan duniaku
dengan kerinduanku berjumpa dengan-Mu
Jika Engkau hibur mata-mata pencinta dunia
karena dunia mereka, maka hiburlah aku
dengan beribadah pada-Mu
(Al-Hadist)
Minggu, 18 Oktober 2009
JANGAN HARDIK BALITAKU....!!!
Salah satu harta yang begitu berharga bagiku adalah anak-anakku.. Ya... merekalah titipan terindah bagiku...
Aku tak rela ada yang menyakiti mereka, meski orang yang dekat sekali pun.. InsyaaALLAH, selagi itu masih benar, dengan berbagai cara aku akan melindungi mereka.
Mereka bukanlah nakal, mereka tidak bandel atau pun badung... Mereka hanya butuh bereksplorasi, belajar dan mencari tau... mereka butuh itu, untuk perkembangan mereka, untuk pertumbuhan mereka, baik fisik, maupun psikis...
Jangan bentak mereka, jangan kasari mereka... karena itu akan melukai hati mereka, menyakiti mereka... Pun menghambat dan mengganggu tumbuh kembang fisik, psikis dan otak mereka...
Kalaulah terjadi suatu kesalahan, maka bukanlah mereka yang patut untuk dipersalahkan, tapi, orang-orang dewasa di sekitarnyalah, terutama orang tuanya... Mereka tak bisa dipersalahkan, karena mereka belum mengerti, belum bisa memilih dan memilah, mana yang baik dan mana yang tidak. Tak perlu emosi pada mereka... Interospeksilah diri !!!
Ya... jangan hardik mereka !! mereka begitu polos dan lugu untuk diperlakukan seperti itu...
Jangan bentak mereka... karena itu akan melukai perasaan mereka, dan mungkin saja akan begitu berbekas dalam hati mereka, dalam memory mereka... karena pada saat-saat ini, otak dan daya tangkap mereka bagaikan spons yang menyerap air, begitu mudah...
Ya... sayangilah mereka, dengan kepolosan dan ketulusan senyum mereka...!!!
Ya ALLAH.. obatialah hati-hati yang mungkin sempat terluka dan tersakiti...
dan ampuni kami yang telah melakukan hal yang tak baik terhadap mereka...
Tumbuhkanlah kasih sayang di hati kami terhadap mereka...
Amiin...!!
Aku tak rela ada yang menyakiti mereka, meski orang yang dekat sekali pun.. InsyaaALLAH, selagi itu masih benar, dengan berbagai cara aku akan melindungi mereka.
Mereka bukanlah nakal, mereka tidak bandel atau pun badung... Mereka hanya butuh bereksplorasi, belajar dan mencari tau... mereka butuh itu, untuk perkembangan mereka, untuk pertumbuhan mereka, baik fisik, maupun psikis...
Jangan bentak mereka, jangan kasari mereka... karena itu akan melukai hati mereka, menyakiti mereka... Pun menghambat dan mengganggu tumbuh kembang fisik, psikis dan otak mereka...
Kalaulah terjadi suatu kesalahan, maka bukanlah mereka yang patut untuk dipersalahkan, tapi, orang-orang dewasa di sekitarnyalah, terutama orang tuanya... Mereka tak bisa dipersalahkan, karena mereka belum mengerti, belum bisa memilih dan memilah, mana yang baik dan mana yang tidak. Tak perlu emosi pada mereka... Interospeksilah diri !!!
Ya... jangan hardik mereka !! mereka begitu polos dan lugu untuk diperlakukan seperti itu...
Jangan bentak mereka... karena itu akan melukai perasaan mereka, dan mungkin saja akan begitu berbekas dalam hati mereka, dalam memory mereka... karena pada saat-saat ini, otak dan daya tangkap mereka bagaikan spons yang menyerap air, begitu mudah...
Ya... sayangilah mereka, dengan kepolosan dan ketulusan senyum mereka...!!!
Ya ALLAH.. obatialah hati-hati yang mungkin sempat terluka dan tersakiti...
dan ampuni kami yang telah melakukan hal yang tak baik terhadap mereka...
Tumbuhkanlah kasih sayang di hati kami terhadap mereka...
Amiin...!!
Jumat, 16 Oktober 2009
Hikmah
Rosulullah Mencintai Anak-anak...
**....Dari Abdullah bin Buraidah, ia berkata,"Aku mendengarkan Abu Buraidah berkata,'Rasulullah SAW sedang berkhotbah di hadapan kami, lalu datanglah Hasan dan Husain dengan mengenakan pakaian merah berjalan dan sedang bersenda gurau.
Rosulullah SAW lalu turun dari mimbarnya dan mengangkat keduanya lalu menggendongnya. Beliau lalu bersabda,'Mahabenar ALLAH yang berfirman,'Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan ank-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan...' (QS.8 : 28)' Aku melihat kepada kedua anak yang sedang berjalan dan bersenda gurau, dan aku tidak sabar melihat kelucuannya hingga aku memotong khotbahku untuk bisa sekadar menggendongnya.""(HR. Tirmidzi)...**
Lalu, bagaimana dengan kita..???
**....Dari Abdullah bin Buraidah, ia berkata,"Aku mendengarkan Abu Buraidah berkata,'Rasulullah SAW sedang berkhotbah di hadapan kami, lalu datanglah Hasan dan Husain dengan mengenakan pakaian merah berjalan dan sedang bersenda gurau.
Rosulullah SAW lalu turun dari mimbarnya dan mengangkat keduanya lalu menggendongnya. Beliau lalu bersabda,'Mahabenar ALLAH yang berfirman,'Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan ank-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan...' (QS.8 : 28)' Aku melihat kepada kedua anak yang sedang berjalan dan bersenda gurau, dan aku tidak sabar melihat kelucuannya hingga aku memotong khotbahku untuk bisa sekadar menggendongnya.""(HR. Tirmidzi)...**
Lalu, bagaimana dengan kita..???
Kamis, 15 Oktober 2009
Anak adalah duplikat yg baik...
Ya, anak adalah duplikat yang baik. Maksudnya, mereka adalah pencontoh yang baik. Perhatikanlah, ketika ia melakukan sesuatu, coba ingat-ingat, pernahkah kita melakukan hal tersebut ? Kalau tidak, maka cermati orang-orang yang sering berada di lingkungannya.
Kalau lingkungannya baik, maka dia akan mendapat contoh yang baik untuk dilakoninya. Kalau tidak baik, maka lihatlah akibatnya...
Karena itu, adalah sangat perlu memperhatikan tingkah laku kita atau pun orang-orang yang ada di sekitarnya, agar mereka mendapatkan contoh yang baik pula. Bukankah kita tak ingin mereka menjadi seorang anak yang tidak baik... ??
Sesungguhnya seorang anak manusia dilahirkan dalam keadaan bersih, putih, bagaikan kertas putih. Orang tuanyalah yang menjadikannya Muslim, Nasrani, Majusi, juga berwarna merah, ungu, hitam dsb... Bukankah begitu adanya?
Barangkali, sebaik-baik bekal untuk keberhasilannya dalam kehidupan dalam dunia dan akhiratnya, adalah suatu hal yang sangat penting kita berikan kepada mereka... Termasuk menempatkan mereka pada lingkungan yang baik bagi perkembangannya... Setuju ???
Kalau lingkungannya baik, maka dia akan mendapat contoh yang baik untuk dilakoninya. Kalau tidak baik, maka lihatlah akibatnya...
Karena itu, adalah sangat perlu memperhatikan tingkah laku kita atau pun orang-orang yang ada di sekitarnya, agar mereka mendapatkan contoh yang baik pula. Bukankah kita tak ingin mereka menjadi seorang anak yang tidak baik... ??
Sesungguhnya seorang anak manusia dilahirkan dalam keadaan bersih, putih, bagaikan kertas putih. Orang tuanyalah yang menjadikannya Muslim, Nasrani, Majusi, juga berwarna merah, ungu, hitam dsb... Bukankah begitu adanya?
Barangkali, sebaik-baik bekal untuk keberhasilannya dalam kehidupan dalam dunia dan akhiratnya, adalah suatu hal yang sangat penting kita berikan kepada mereka... Termasuk menempatkan mereka pada lingkungan yang baik bagi perkembangannya... Setuju ???
Rabu, 14 Oktober 2009
HIKMAH KETIDAKSEMPURNAAN
Ketidaksempurnaan dan kerusakan, yang terlihat dimana pun,
Semuanya adalah cerminan keindahan.
Pengatur tulang, dimanakah dia dapat mencoba ketrampilannya
Kalau bukan pada persendian yang patah? Penjahit di mana?
Tentunya, bukan pada busana siap yang indah potongannya.
Bila tiada tembaga kasar di tempat peleburan,
Bagaimana ahli kimia dapat mempertunjukkan keahliannya?
(By : Jalaluddin Rumi)
Semuanya adalah cerminan keindahan.
Pengatur tulang, dimanakah dia dapat mencoba ketrampilannya
Kalau bukan pada persendian yang patah? Penjahit di mana?
Tentunya, bukan pada busana siap yang indah potongannya.
Bila tiada tembaga kasar di tempat peleburan,
Bagaimana ahli kimia dapat mempertunjukkan keahliannya?
(By : Jalaluddin Rumi)
Senin, 12 Oktober 2009
Refresh-minder (Reuni SMPN 1 Bekasi)
Pada akhirnya...
kita punya jalan dan kehidupan masing-masing...
Lepas sudah seragam-seragam kita, putih merah, putih biru, juga putih abu-abu...
lepas sudah sekolah formil yang kita lalui...
sekian lama dan sekian banyak...
tinggallah kita di sekolah yang luas, yang sekalian merupakan praktek dari yang pernah dulu kita dapatkan bersama di sekolah formil...
ya..kini kita punya jalan masing-masing...
kehidupan masing-masing...
Jalan kita berbeda-beda..
Jalan keberhasilan kita juga berbeda...
Tak jaminan, cerdas di formil, belum tentu cerdas dan berhasil di sekolah alam yang luas...
kurang cerdas di sekolah formil, belum tentu gagal di lapangan luas ini...
Ya, jalan kita berbeda-beda...
Nasib kita berbeda-beda...
Setiap diri punya peruntungannya masing-masing...
Setiap diri punya nasibnya masing-masing...
Yang berhasil tak perlu sombong,
Yang kurang berhasil, tak perlu berkecil hati...
Ini sudah jalan dan rezeki kita..
Yang terpenting terus berusaha dan menghargai..
Jangan ada keputusasaan..
Karena roda masih berputar...
Setiap kita ada yang punya..
ada yang mengatur...
Dia lah yang kuasa...
Dia-lah yang mengatur...
Ya... setiap diri kita memiliki nasibnya masing-masing..
punya jalan hidupnya sendiri-sendiri...
Di lahan-NYA yang luas ini,
tak hanya kecerdasan aqal yang dibutuhkan,
namun lebih kepada kecerdasan dan ketajaman mata hati dalam menghadapi kehidupan ini...
kecerdasan juga dalam melihat celah yang ada, dalam berbagai hal...
Ya... waktu sekian lama juga telah menempa kita dengan perjalanannya...
kebahagiaan, kesediahan..
kemudahan, kesulitan...
semua..
Telah menempa, dan mengarahkan jalan hidup ini...
membentuk diri, mematangkan pribadi...
Kemantapan maupun kegamangan
mungkin terasa dalam hidup ini...
wajar, mungkin..
karena manusia masih terus ditempa-NYA
selagi hayat masih di kandung badan...
Tidak patah arang,
tidak putus asa, terus semangat...
terus berjuang, menjadi lebih baik
begitulah mungkin hendaknya...
Untuk yang pernah terputus sekian lama,
terpisah oleh jarak dan waktu..
Mungkin kinilah saatnya kembali merajutnya,
menguatkannya...
karena menyambung silaturahmi adalah kebaikan,
untuk kehidupan sendiri dan bersama,
untuk kehidupan di dunia dan akhirat...
Semoga DIA menjaga ikatan itu,
tetap di hati-hati kita...
Semoga masih ada waktu bagi kita untuk kembali bertemu...
Amiin...!!!
Untuk guru-guru formil, specially Bu Ida : trimakasih banyak untuk kehadirannya, dan juga ajarannya dulu...
Semoga ALLAH SWT membalasnya, dengan sebaik-baik balasan... AMIIIN...!!!
(Catatan kecil dari reuni SMPN 1 Bekasi, Ahad, 11 Oktober 2009, jam 13.00-16.30an WIB,
RM. Wulan Sari-Bekasi)
kita punya jalan dan kehidupan masing-masing...
Lepas sudah seragam-seragam kita, putih merah, putih biru, juga putih abu-abu...
lepas sudah sekolah formil yang kita lalui...
sekian lama dan sekian banyak...
tinggallah kita di sekolah yang luas, yang sekalian merupakan praktek dari yang pernah dulu kita dapatkan bersama di sekolah formil...
ya..kini kita punya jalan masing-masing...
kehidupan masing-masing...
Jalan kita berbeda-beda..
Jalan keberhasilan kita juga berbeda...
Tak jaminan, cerdas di formil, belum tentu cerdas dan berhasil di sekolah alam yang luas...
kurang cerdas di sekolah formil, belum tentu gagal di lapangan luas ini...
Ya, jalan kita berbeda-beda...
Nasib kita berbeda-beda...
Setiap diri punya peruntungannya masing-masing...
Setiap diri punya nasibnya masing-masing...
Yang berhasil tak perlu sombong,
Yang kurang berhasil, tak perlu berkecil hati...
Ini sudah jalan dan rezeki kita..
Yang terpenting terus berusaha dan menghargai..
Jangan ada keputusasaan..
Karena roda masih berputar...
Setiap kita ada yang punya..
ada yang mengatur...
Dia lah yang kuasa...
Dia-lah yang mengatur...
Ya... setiap diri kita memiliki nasibnya masing-masing..
punya jalan hidupnya sendiri-sendiri...
Di lahan-NYA yang luas ini,
tak hanya kecerdasan aqal yang dibutuhkan,
namun lebih kepada kecerdasan dan ketajaman mata hati dalam menghadapi kehidupan ini...
kecerdasan juga dalam melihat celah yang ada, dalam berbagai hal...
Ya... waktu sekian lama juga telah menempa kita dengan perjalanannya...
kebahagiaan, kesediahan..
kemudahan, kesulitan...
semua..
Telah menempa, dan mengarahkan jalan hidup ini...
membentuk diri, mematangkan pribadi...
Kemantapan maupun kegamangan
mungkin terasa dalam hidup ini...
wajar, mungkin..
karena manusia masih terus ditempa-NYA
selagi hayat masih di kandung badan...
Tidak patah arang,
tidak putus asa, terus semangat...
terus berjuang, menjadi lebih baik
begitulah mungkin hendaknya...
Untuk yang pernah terputus sekian lama,
terpisah oleh jarak dan waktu..
Mungkin kinilah saatnya kembali merajutnya,
menguatkannya...
karena menyambung silaturahmi adalah kebaikan,
untuk kehidupan sendiri dan bersama,
untuk kehidupan di dunia dan akhirat...
Semoga DIA menjaga ikatan itu,
tetap di hati-hati kita...
Semoga masih ada waktu bagi kita untuk kembali bertemu...
Amiin...!!!
Untuk guru-guru formil, specially Bu Ida : trimakasih banyak untuk kehadirannya, dan juga ajarannya dulu...
Semoga ALLAH SWT membalasnya, dengan sebaik-baik balasan... AMIIIN...!!!
(Catatan kecil dari reuni SMPN 1 Bekasi, Ahad, 11 Oktober 2009, jam 13.00-16.30an WIB,
RM. Wulan Sari-Bekasi)
Kamis, 08 Oktober 2009
Selamat Milad, Fikri...
Hari ini, 8 oktober 2009, Miladmu yg kedua, Nak. Selamat ya Nak..
Semoga engkau terus berkembang jadi anak yang cerdas dan saleh.. Semoga keberhasilan dan kesuksesan dunia dan akhirat terus menyertaimu...
Maafkan bunda, yg tak bisa memberimu apa-apa pada hari ini... maafkan ya Nak...
Semoga engkau bisa memahaminya...
Semoga meski dalam ketiadaan, hidup kita masih indah, dan kita bertambah kuat...
Bukan kelemahan dan kemanjaan yang Bunda harapkan tumbuh dalam dirimu, namun kesabaran dan kekuatanlah... karena engkau kelak akan menjadi seorang imam...
Muhammad Rais Alfikri...
hari ini, genap 2 tahun usiamu...
syukurku keharibaan_NYA atas kehadiranmu...
engkaulah salah satu amanah terindah yang kudapatkan dari-NYA
tak peduli bagaimana tingkahmu saat ini, namun kau tetaplah anugerah dari-NYA
anugerah berupa amanah yang harus terus Bunda dan Ayahmu jaga
meski dalam berbagai kondisi apa pun
hingga engkau sudah bisa dilepas dan bertanggung jawab atas dirimu sendiri...
Nanda...
Semoga cinta yang kau miliki saat ini untuk adikmu, Hilmi, akan terus terjaga, meski maut memisahkannya... semoga cinta antar kalian akan terus tumbuh indah di hati-hati kalian...
Saling jagalah kalian, saling kasihilah kalian, saling mendoakanlah kalian...
Hingga tak ada yang bisa meretakkan kalian...
Fikriku...
Maafkan bunda dan ayah yang tak memberimu apa-apa pada hari ini...
Maafkan...
Namun janganlah ini melemahkanmu...
Karena kami memiliki cinta untukmu...
Fikri sayangku...
Doakan bunda dan ayah, agar bisa menjadi orang tua yang baik bagimu, dan bagi hilmi adikmu...
Bisa menjadi orang tua yang shaleh bagi kalian, meski dalam berbagai keterbatasan yang kami punya...
hingga keluarga kita akan terus dirahmati dan diberkahinya, menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah...
Meski tiada harta bergelimang di antara kita, namun cinta dan kasihlah yang harus ada di hati-hati kita...
Meski ketiadaan materi pada kita, namun janganlah kita menjadi lemah...
Fikri...
Teruslah tumbuh menjadi anak yang kuat, teguh memegang prinsip kebenaran_NYA, namun tetaplah lunak terhadap kebaikan... dalam situasi bagaimana pun...
Nak...tiada ada yang bisa bunda berikan,
selain segenap sebaik-baik doa untukmu yang bisa bunda haturkan kepadaNYA...
Ya Rabb...
Ridhoi dan berkahilah kehidupannya selalu...
jagalah ia agar senantiasa berada di atas jalan-MU...
bahagiakanlah dia dalam kehidupan dunia dan akhiratnya...
Amiin Ya Rabb, ALLAHUMMA AMIIN....!!!
Semoga engkau terus berkembang jadi anak yang cerdas dan saleh.. Semoga keberhasilan dan kesuksesan dunia dan akhirat terus menyertaimu...
Maafkan bunda, yg tak bisa memberimu apa-apa pada hari ini... maafkan ya Nak...
Semoga engkau bisa memahaminya...
Semoga meski dalam ketiadaan, hidup kita masih indah, dan kita bertambah kuat...
Bukan kelemahan dan kemanjaan yang Bunda harapkan tumbuh dalam dirimu, namun kesabaran dan kekuatanlah... karena engkau kelak akan menjadi seorang imam...
Muhammad Rais Alfikri...
hari ini, genap 2 tahun usiamu...
syukurku keharibaan_NYA atas kehadiranmu...
engkaulah salah satu amanah terindah yang kudapatkan dari-NYA
tak peduli bagaimana tingkahmu saat ini, namun kau tetaplah anugerah dari-NYA
anugerah berupa amanah yang harus terus Bunda dan Ayahmu jaga
meski dalam berbagai kondisi apa pun
hingga engkau sudah bisa dilepas dan bertanggung jawab atas dirimu sendiri...
Nanda...
Semoga cinta yang kau miliki saat ini untuk adikmu, Hilmi, akan terus terjaga, meski maut memisahkannya... semoga cinta antar kalian akan terus tumbuh indah di hati-hati kalian...
Saling jagalah kalian, saling kasihilah kalian, saling mendoakanlah kalian...
Hingga tak ada yang bisa meretakkan kalian...
Fikriku...
Maafkan bunda dan ayah yang tak memberimu apa-apa pada hari ini...
Maafkan...
Namun janganlah ini melemahkanmu...
Karena kami memiliki cinta untukmu...
Fikri sayangku...
Doakan bunda dan ayah, agar bisa menjadi orang tua yang baik bagimu, dan bagi hilmi adikmu...
Bisa menjadi orang tua yang shaleh bagi kalian, meski dalam berbagai keterbatasan yang kami punya...
hingga keluarga kita akan terus dirahmati dan diberkahinya, menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah...
Meski tiada harta bergelimang di antara kita, namun cinta dan kasihlah yang harus ada di hati-hati kita...
Meski ketiadaan materi pada kita, namun janganlah kita menjadi lemah...
Fikri...
Teruslah tumbuh menjadi anak yang kuat, teguh memegang prinsip kebenaran_NYA, namun tetaplah lunak terhadap kebaikan... dalam situasi bagaimana pun...
Nak...tiada ada yang bisa bunda berikan,
selain segenap sebaik-baik doa untukmu yang bisa bunda haturkan kepadaNYA...
Ya Rabb...
Ridhoi dan berkahilah kehidupannya selalu...
jagalah ia agar senantiasa berada di atas jalan-MU...
bahagiakanlah dia dalam kehidupan dunia dan akhiratnya...
Amiin Ya Rabb, ALLAHUMMA AMIIN....!!!
Kamis, 01 Oktober 2009
TIADA KEBERHASILAN TANPA USAHA
Ketika kau letakkan muatan di atas palka kapal, usahamu itu tanpa jaminan,
Karena engkau tak tahu apakah engkau bakal tenggelam atau selamat sampai tujuan.
Karena engkau tak tahu apakah engkau bakal tenggelam atau selamat sampai tujuan.
Jika engkau berkata, "Aku takkan berlayar sampai aku yakin akan nasibku," maka engkau takkan berniaga : lantas rahasia kedua nasib ini takkan pernah terungkap.
Saudagar yang penakut takkan meraih untung maupun rugi; bahkan sesungguhnya ia merugi: orang harus mengambil api agar dapat cahaya.
Karena seluruh kejadian berjalan di atas harapan, maka hanya Imanlah tujuan terbaik harapan, karena dengan Iman memperoleh keselamatan.
By : Jalaluddin Rumi
Saudagar yang penakut takkan meraih untung maupun rugi; bahkan sesungguhnya ia merugi: orang harus mengambil api agar dapat cahaya.
Karena seluruh kejadian berjalan di atas harapan, maka hanya Imanlah tujuan terbaik harapan, karena dengan Iman memperoleh keselamatan.
By : Jalaluddin Rumi
Kamis, 24 September 2009
Idhul Fitri 1430 H (2)
Mgkn karena telah dipenjara selama bulan Ramadhan, syaitan merasa bebas lepas setelah Ramadhan berlalu. Ada saja masalah yang dimunculkannya. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh beberapa orang yang kukenal: kekeruhan hati, keretakan keluarga. Padahal baru saja Idhul Fitri datang...
Ya ALLAH... jagalah hati-hati kami, lisan kami, sikap kami, terhadap hamba-hamba-MU, agar tak ada lagi tempat bagi syaitan untuk menghancurkan kami...
Kuatkanlah kami, agar kami tetap bisa membawa ruh Ramadhan dalam kehidupan kami...
Dan ampunilah kekhilafan dan kealfaan kami selama ini Ya Rabb...
Pertemukanlah kami dengan Ramadhan-Mu di tahun yang akan datang Ya Rahim..
Amiiin !!!
Ya ALLAH... jagalah hati-hati kami, lisan kami, sikap kami, terhadap hamba-hamba-MU, agar tak ada lagi tempat bagi syaitan untuk menghancurkan kami...
Kuatkanlah kami, agar kami tetap bisa membawa ruh Ramadhan dalam kehidupan kami...
Dan ampunilah kekhilafan dan kealfaan kami selama ini Ya Rabb...
Pertemukanlah kami dengan Ramadhan-Mu di tahun yang akan datang Ya Rahim..
Amiiin !!!
Idhul Fitri 1430 H
Untuk semua : selamat Idhul Fitri 1430 H ya, mhn maaf lhr dan btn.. Taqobballahu minna wa minkum... Semoga semangat Ramadhan akan terus terbawa dalam hari-hari kita selanjutnya... Amiin..!!
Kamis, 17 September 2009
Ampuni Hamba...
Kalau adalah yang masih boleh kuharapkan...
itu adalah ketenangan
kedamaian..
Kalau adalah yang masih boleh kuhaturkan...
itu adalah kelapangan
keluasan...
Kalau adalah yang bisa kusampaikan...
Itu adalah teriakan...
jeritan..
Kalau adalah yang bisa kutumpahkan...
itu adalah tangisan...
ratapan...
Sebegitunyakah???
Robb...
Ampuni hamba dengan semua ini...
Ampuni hamba dengan yang hamba rasa...
Rahman...
Ampunkan hamba...
lindungi hamba dari kekufuran...
jauhkan hamba dari mendustai ni'mat-MU...
Hamba lemah,
hamba letih,
hamba jahil...
Ampuni hamba...
Ampuni hamba...
Ampuni hamba...
Bimbinglah hamba...
jangan tinggalkan hamba...
jangan biarkan hamba jatuh...
genggam hamba...
Hamba perih,
hamba luka,
hamba sakit...
Obati hamba...
Hibur hamba...
Ya Rahiim...
Ampuni hamba jika berlebihan...
Ampuni,
Ampuni,
Ampuni...!!!
itu adalah ketenangan
kedamaian..
Kalau adalah yang masih boleh kuhaturkan...
itu adalah kelapangan
keluasan...
Kalau adalah yang bisa kusampaikan...
Itu adalah teriakan...
jeritan..
Kalau adalah yang bisa kutumpahkan...
itu adalah tangisan...
ratapan...
Sebegitunyakah???
Robb...
Ampuni hamba dengan semua ini...
Ampuni hamba dengan yang hamba rasa...
Rahman...
Ampunkan hamba...
lindungi hamba dari kekufuran...
jauhkan hamba dari mendustai ni'mat-MU...
Hamba lemah,
hamba letih,
hamba jahil...
Ampuni hamba...
Ampuni hamba...
Ampuni hamba...
Bimbinglah hamba...
jangan tinggalkan hamba...
jangan biarkan hamba jatuh...
genggam hamba...
Hamba perih,
hamba luka,
hamba sakit...
Obati hamba...
Hibur hamba...
Ya Rahiim...
Ampuni hamba jika berlebihan...
Ampuni,
Ampuni,
Ampuni...!!!
Rabu, 16 September 2009
Rencana ALLAH
Subhanallah ! Maha suci ALLAH yang telah menciptakan hamba-NYA dalam kesempurnaan perencanaan! Seandainya saja tidak seperti itu, entahlah...
ALLAH menciptakan manusia dalam tumbuh kembangnya, tengkurap terlebih dahulu dan menguatkan leher anak manusia untuk bisa tegak demi menopang beban kepalanya, sebelum mengajarinya untuk berdiri...
Bayangkan, kalau manusia sudah bisa berdiri, namun lehernya belum kuat menopang beban kepalanya... apa yang akan terjadi ???
ALLAH menciptakan manusia dalam tumbuh kembangnya, tengkurap terlebih dahulu dan menguatkan leher anak manusia untuk bisa tegak demi menopang beban kepalanya, sebelum mengajarinya untuk berdiri...
Bayangkan, kalau manusia sudah bisa berdiri, namun lehernya belum kuat menopang beban kepalanya... apa yang akan terjadi ???
Hai...
Selamat datang di blogku. Ini merupakan wadah bagiku untuk menulis apa saja yang aku ingin tuliskan. Apa saja, bebas, lepas !!! (seperti lagu Iwa. K! :))
Silakan berkunjung, semoga ada manfaatnya...
Langganan:
Postingan (Atom)
