Pada akhirnya...
kita punya jalan dan kehidupan masing-masing...
Lepas sudah seragam-seragam kita, putih merah, putih biru, juga putih abu-abu...
lepas sudah sekolah formil yang kita lalui...
sekian lama dan sekian banyak...
tinggallah kita di sekolah yang luas, yang sekalian merupakan praktek dari yang pernah dulu kita dapatkan bersama di sekolah formil...
ya..kini kita punya jalan masing-masing...
kehidupan masing-masing...
Jalan kita berbeda-beda..
Jalan keberhasilan kita juga berbeda...
Tak jaminan, cerdas di formil, belum tentu cerdas dan berhasil di sekolah alam yang luas...
kurang cerdas di sekolah formil, belum tentu gagal di lapangan luas ini...
Ya, jalan kita berbeda-beda...
Nasib kita berbeda-beda...
Setiap diri punya peruntungannya masing-masing...
Setiap diri punya nasibnya masing-masing...
Yang berhasil tak perlu sombong,
Yang kurang berhasil, tak perlu berkecil hati...
Ini sudah jalan dan rezeki kita..
Yang terpenting terus berusaha dan menghargai..
Jangan ada keputusasaan..
Karena roda masih berputar...
Setiap kita ada yang punya..
ada yang mengatur...
Dia lah yang kuasa...
Dia-lah yang mengatur...
Ya... setiap diri kita memiliki nasibnya masing-masing..
punya jalan hidupnya sendiri-sendiri...
Di lahan-NYA yang luas ini,
tak hanya kecerdasan aqal yang dibutuhkan,
namun lebih kepada kecerdasan dan ketajaman mata hati dalam menghadapi kehidupan ini...
kecerdasan juga dalam melihat celah yang ada, dalam berbagai hal...
Ya... waktu sekian lama juga telah menempa kita dengan perjalanannya...
kebahagiaan, kesediahan..
kemudahan, kesulitan...
semua..
Telah menempa, dan mengarahkan jalan hidup ini...
membentuk diri, mematangkan pribadi...
Kemantapan maupun kegamangan
mungkin terasa dalam hidup ini...
wajar, mungkin..
karena manusia masih terus ditempa-NYA
selagi hayat masih di kandung badan...
Tidak patah arang,
tidak putus asa, terus semangat...
terus berjuang, menjadi lebih baik
begitulah mungkin hendaknya...
Untuk yang pernah terputus sekian lama,
terpisah oleh jarak dan waktu..
Mungkin kinilah saatnya kembali merajutnya,
menguatkannya...
karena menyambung silaturahmi adalah kebaikan,
untuk kehidupan sendiri dan bersama,
untuk kehidupan di dunia dan akhirat...
Semoga DIA menjaga ikatan itu,
tetap di hati-hati kita...
Semoga masih ada waktu bagi kita untuk kembali bertemu...
Amiin...!!!
Untuk guru-guru formil, specially Bu Ida : trimakasih banyak untuk kehadirannya, dan juga ajarannya dulu...
Semoga ALLAH SWT membalasnya, dengan sebaik-baik balasan... AMIIIN...!!!
(Catatan kecil dari reuni SMPN 1 Bekasi, Ahad, 11 Oktober 2009, jam 13.00-16.30an WIB,
RM. Wulan Sari-Bekasi)
Senin, 12 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar