Terbangun dari tidur, karena alarm dari ponsel, pagi hari. Ternyata ada sms. Ucapan dari seorang sahabat.
Subhanallah ! Sesuatu yang nyaris tidak masuk dalam perhatianku. Juga keluargaku. Karena kami memang tidak biasa memperingatinya dengan suatu "peringatan spesial" tertentu. Ya, Hari ini satu helaian lagi dalam hidupku telah terlalui.
34 tahun telah terjalani. Dan "Nikmat Tuhanmu manakah lagi yang kau dustakan ???"
Ya, 34 tahun sudah aku menghirup udara dunia ini dengan gratis. Menikmati berbagai fasilitas dari_NYA, dan berbagai kenikmatan lainx dari_NYA..
Angka 34, bukan lagi angka kecil. Bahkan mungkin sudah lebih dari 1/2 jatahku di dunia ini. (wallahu'alam).
Apa yang sudah aku lakukan ? Apa yang sudah aku capai ??
Tanggung jawabku sudah semakin bertambah. Namun, kualitas pertanggung jawabanku ???
Ya, aku sudah bertambah tua !! 34 tahun !! Entah sampai kapan jatahku di dunia ini..
Bagaimanakah dengan tugas khalifahku ? Bagaimana dgn tugas2 lainnya ??
Pengharapanku ke depan : aku menjadi lebih baik, dan menjadi makhluk yang dapat memberi dampak positif bagi sekelilingku, dgn lbh baik lagi, terutama bagi anak2ku..
Hingga aku bisa menghantarkan dan melihat mereka bahagia, berhasil, dengan keturunan2 mereka..
Dan pengharapanku terakhir : aku bisa mengakhiri semuanya ini dengan : Husnul Khotimah...!!
Amiin...!!
(Wallahu'alam Bi showab)
Kamarku, Sabtu pagi, 07.20 WIB
12 Februari 2011
Sabtu, 12 Februari 2011
Senin, 17 Januari 2011
Jika sampai waktuku..
Seandainya, tiba waktuku saat ini, aku harus mengakhiri semuanya.. apa yang bisa kubawa dan apa yang bisa kutinggalkan ???
- Terhadap anak2ku, aku belum emberikan mereka apa2.. aku belum mendidik mereka pa2.. mereka belum bisa apa2.. dan aku belum memberikan / meninggalkan mereka apa2..
Lalu, bagaimana aku harus mempertanggungjawabkannya di hadapan-NYA ??
- Aku belum menjadi istri yang baik bagi suamiku, dan bukanlah anak yang shaleh bagi orang tuaku..
LAlu, apa yang akan aku jawab ??
- Aku belum menjadi insan yang berguna bagi orang-orang di sekelilingku.. Belum memberikan apa2..
Lalu, apa yang akan aku bawa ??
- Ibadahku, apa yg sudah kulakukan ?? Nothing !!
Sementara dosa yang menyertaiku, begitu banyak... Sangkutanku ?? Entahlah !! Astaghfirullahal 'adziim..!!
Lalu bagaimanakah ini ??
Ya, semoga aku masih memiliki waktu untuk memperbaikinya..
Itu sajalah yang mungkin menjadi pengharapanku saat ini..
WAKTU !!
Aku masih ingin membimbing anak2ku.. menjalani hari2ku sebagai seorang Ibu, istri dan anak, yang baik.. Agar aku bisa lebih baik lagi..!!
Dengarkanlah pengharapanku, YA RABB...!!
- Terhadap anak2ku, aku belum emberikan mereka apa2.. aku belum mendidik mereka pa2.. mereka belum bisa apa2.. dan aku belum memberikan / meninggalkan mereka apa2..
Lalu, bagaimana aku harus mempertanggungjawabkannya di hadapan-NYA ??
- Aku belum menjadi istri yang baik bagi suamiku, dan bukanlah anak yang shaleh bagi orang tuaku..
LAlu, apa yang akan aku jawab ??
- Aku belum menjadi insan yang berguna bagi orang-orang di sekelilingku.. Belum memberikan apa2..
Lalu, apa yang akan aku bawa ??
- Ibadahku, apa yg sudah kulakukan ?? Nothing !!
Sementara dosa yang menyertaiku, begitu banyak... Sangkutanku ?? Entahlah !! Astaghfirullahal 'adziim..!!
Lalu bagaimanakah ini ??
Ya, semoga aku masih memiliki waktu untuk memperbaikinya..
Itu sajalah yang mungkin menjadi pengharapanku saat ini..
WAKTU !!
Aku masih ingin membimbing anak2ku.. menjalani hari2ku sebagai seorang Ibu, istri dan anak, yang baik.. Agar aku bisa lebih baik lagi..!!
Dengarkanlah pengharapanku, YA RABB...!!
Hatiku bukan besi !!
Apakah aku harus memiliki hati besi utk terus bertahan ??
Apakah aku harus mematikan instingku sebagai seorang wanita dan ibu untuk mengejar suatu materi ??
Aku mengorbankan anak-anakku, mengorbankan perasaan anak-anakku, tak mempedulikan tangis mereka, tak mempedulikan permintaan mereka demi materi ??
Aku wanita, aku seorang ibu !! Tolong pahami itu !! Jangan paksa aku untuk pergi bekerja, mengejar rupiah, mengorbankan perasaanku yang teriris-iris atas tangis mereka... jangan!!
Tolong Pahami aku !! Biarlah kami hidup dengan jalan kami !! Jangan paksa kami karena ini !!
Toh, kalaupun aku tidak bekerja secara formil, aku pun akan mencari dengan cara yang lain.. tidak harus formil !!
Bukankah setiap anak memiliki rezekinya ?? Bukankah pintu rezeki begitu banyak, asalkan kita mau berusaha ?? Karena aku mengerti, dengan semengerti-mengertinya, bahwa kami hidup, butuh biaya, banyak, barangkali..
Aku yakin, pintu rezeki ALLAH begitu luas..
Mengapa kita harus takut dengan taghut yang bernama "RUPIAH" ?? Mengapa kita yang harus diaturnya ?? Mengapa bukan kita yang mengaturnya ??
Aku dinilai kufur ni'mat dengan apa yg sudah kuperoleh selama ini ?? Wallahu 'alam..
Tapi aku yakin, aku tidak harus tunduk kepada thaghut yang berwujud pekerjaan formil ini.. dan aku yakin, ALLAH Maha Kaya..
Bukankah ALLAH juga sudah membekaliku dengan "akal dan Fikiran" ? Bukankah itu juga merupakan anugerah yang begitu besar,luar biasa, yang juga harus kusyukuri, dengan memanfaatkannya sebaik mungkin ?? Bukankah rezeki_NYA ada d banyak tempat, tanpa harus menusuk2 prasaan anak2ku.. ??
Aku hanya ingin menjadi bagian bagi anak2ku.. menjadi seseorang yang bisa membuat mereka "nyaman".. Aku hanya ingin enjadi Ibu yang baik (dengan tanpa harus berpangku tangan, karena aku tahu, aku pun harus "berpenghasilan"). Aku tahu itu !!
Aku hanya ingin jadi sebaik-baiknya Ibu, dengan segala kekurangan yang ada pada diriku..
Aku tak ingin ada kekosongan di hati mereka, akan kasih sayang ibunya.. seperti yang pernah dirasakan oleh seseorang, ada yang "missing" di dalam dirinya..
Tolong, tolong pahami itu !!
Sekali lagi, jangan paksa aku !! Jangan !! karena aku pun bukan lagi anak2 kecil yang harus selalu disuruh atau pun didikte... !!
Yang kami butuhkan, barangkali, lebih kepada : tolong bebaskan kami dengan keputusan2 kami, dan tolong doakan kami, semoga itu adalah yang terbaik bagi kami, dan akan baik2 saja, Semoga ALLAH menunjukkan yang terbaik bagi kami, dan menolong kami... Itu !!
Tolong, mengertilah...
=Pagi menjelang siang,
(Akhirnya, aku berangkat kerja, dengan hati yang luka, pedih, marah, kecewa, sedih, dan menipu anakku.. Dan air mata, mulai jatuh !!)
Apakah aku harus mematikan instingku sebagai seorang wanita dan ibu untuk mengejar suatu materi ??
Aku mengorbankan anak-anakku, mengorbankan perasaan anak-anakku, tak mempedulikan tangis mereka, tak mempedulikan permintaan mereka demi materi ??
Aku wanita, aku seorang ibu !! Tolong pahami itu !! Jangan paksa aku untuk pergi bekerja, mengejar rupiah, mengorbankan perasaanku yang teriris-iris atas tangis mereka... jangan!!
Tolong Pahami aku !! Biarlah kami hidup dengan jalan kami !! Jangan paksa kami karena ini !!
Toh, kalaupun aku tidak bekerja secara formil, aku pun akan mencari dengan cara yang lain.. tidak harus formil !!
Bukankah setiap anak memiliki rezekinya ?? Bukankah pintu rezeki begitu banyak, asalkan kita mau berusaha ?? Karena aku mengerti, dengan semengerti-mengertinya, bahwa kami hidup, butuh biaya, banyak, barangkali..
Aku yakin, pintu rezeki ALLAH begitu luas..
Mengapa kita harus takut dengan taghut yang bernama "RUPIAH" ?? Mengapa kita yang harus diaturnya ?? Mengapa bukan kita yang mengaturnya ??
Aku dinilai kufur ni'mat dengan apa yg sudah kuperoleh selama ini ?? Wallahu 'alam..
Tapi aku yakin, aku tidak harus tunduk kepada thaghut yang berwujud pekerjaan formil ini.. dan aku yakin, ALLAH Maha Kaya..
Bukankah ALLAH juga sudah membekaliku dengan "akal dan Fikiran" ? Bukankah itu juga merupakan anugerah yang begitu besar,luar biasa, yang juga harus kusyukuri, dengan memanfaatkannya sebaik mungkin ?? Bukankah rezeki_NYA ada d banyak tempat, tanpa harus menusuk2 prasaan anak2ku.. ??
Aku hanya ingin menjadi bagian bagi anak2ku.. menjadi seseorang yang bisa membuat mereka "nyaman".. Aku hanya ingin enjadi Ibu yang baik (dengan tanpa harus berpangku tangan, karena aku tahu, aku pun harus "berpenghasilan"). Aku tahu itu !!
Aku hanya ingin jadi sebaik-baiknya Ibu, dengan segala kekurangan yang ada pada diriku..
Aku tak ingin ada kekosongan di hati mereka, akan kasih sayang ibunya.. seperti yang pernah dirasakan oleh seseorang, ada yang "missing" di dalam dirinya..
Tolong, tolong pahami itu !!
Sekali lagi, jangan paksa aku !! Jangan !! karena aku pun bukan lagi anak2 kecil yang harus selalu disuruh atau pun didikte... !!
Yang kami butuhkan, barangkali, lebih kepada : tolong bebaskan kami dengan keputusan2 kami, dan tolong doakan kami, semoga itu adalah yang terbaik bagi kami, dan akan baik2 saja, Semoga ALLAH menunjukkan yang terbaik bagi kami, dan menolong kami... Itu !!
Tolong, mengertilah...
=Pagi menjelang siang,
(Akhirnya, aku berangkat kerja, dengan hati yang luka, pedih, marah, kecewa, sedih, dan menipu anakku.. Dan air mata, mulai jatuh !!)
Jumat, 14 Januari 2011
Bunda dan Ayah
Bukan berarti "dari dulu kemana aja?".. tapi sepertinya, baru sekarang aku menyadari, kami memiliki beberapa kesamaan "kesenangan" yang mungkin bagi org lain belum tentu "suka".
1. kami sama2 suka kelilingan, hunting, kmn aja, pagi sampai sore bahkan malam. Tak peduli naik motor atau mobil. Ada-ada saja yg menjadi tujuan.. Dari keliling2 yg kadang tidak puguh ini, kami mendapati banyak hal yang barangkali amat berharga bagi kami.. yang kadang membuat kami lebih bersemangat, berharap, membuka mata dan fikiran kami.. Hal-hal yang bagi sebagian orang lain, belum tentu bisa mendapatinya.. Yah, terkadang hal-hal atau pun info2 baru.. mengobati dahaga kami akan berbagai informasi...
2. kami sama2 suka kebebasan, ketidakterikatan, kemerdekaan.. Hal2 yang mengikat atau pun monoton, seringkali membuat kami tidak "betah".. Kami lebih menyukai "merdeka"..
3. terkadang, kami sama2 "nekad", tanpa banyak perhitungan..
4. kami cenderung untuk tidak banyak "melarang", justru cenderung untuk "membiarkan" berbagai hal dilakukan oleh anak2 kami, demi menempa diri mereka, terlebih mereka adalah 2 anak laki2..
5. kami sama2 suka cari info ttg berbagai hal, baik itu dengan bertanya (kepada siapa pun, tak peduli kepada orang yng baru dikenal sekalipun), membaca (utk hal ini, bliau lbh suka yg berhub dg politik dan bisnis), atau pun menonton, atau pun dgn keliling2 (spt point 1 tadi)..
6. Beliau adalah pekerja lapangan, orang jalanan.. itulah salah satu yg bikin asyik, Beliau hapal byk jalan, terutama jabodebek (tangerang belum!), dan cenderung mudah menghapal rute2 baru.. Jadi, InsyaaaAllah, ga perlu bingung atau pun khawatir klo keliling2.. klo pun tidak tau jalan, toh kita msh bisa bertanya2.. iya kan ??
7. pada beberapa hal, kami adalah org2 yg agak "demonstratif", frontal.. terutama utk hal2 yg menurut kami "kurang pas !"
8.dll
Ya itulah, beberapa hal yang barangkali baru kusadari keberadaannya. Yang barangkali hal ini belum tentu bisa kudapati dari yang lain..
Alhamdulillah...
Perlahan, ALLAH menunjukkan kebenaran-NYA dalam hal ini...
InsyaaaALLAH !!
1. kami sama2 suka kelilingan, hunting, kmn aja, pagi sampai sore bahkan malam. Tak peduli naik motor atau mobil. Ada-ada saja yg menjadi tujuan.. Dari keliling2 yg kadang tidak puguh ini, kami mendapati banyak hal yang barangkali amat berharga bagi kami.. yang kadang membuat kami lebih bersemangat, berharap, membuka mata dan fikiran kami.. Hal-hal yang bagi sebagian orang lain, belum tentu bisa mendapatinya.. Yah, terkadang hal-hal atau pun info2 baru.. mengobati dahaga kami akan berbagai informasi...
2. kami sama2 suka kebebasan, ketidakterikatan, kemerdekaan.. Hal2 yang mengikat atau pun monoton, seringkali membuat kami tidak "betah".. Kami lebih menyukai "merdeka"..
3. terkadang, kami sama2 "nekad", tanpa banyak perhitungan..
4. kami cenderung untuk tidak banyak "melarang", justru cenderung untuk "membiarkan" berbagai hal dilakukan oleh anak2 kami, demi menempa diri mereka, terlebih mereka adalah 2 anak laki2..
5. kami sama2 suka cari info ttg berbagai hal, baik itu dengan bertanya (kepada siapa pun, tak peduli kepada orang yng baru dikenal sekalipun), membaca (utk hal ini, bliau lbh suka yg berhub dg politik dan bisnis), atau pun menonton, atau pun dgn keliling2 (spt point 1 tadi)..
6. Beliau adalah pekerja lapangan, orang jalanan.. itulah salah satu yg bikin asyik, Beliau hapal byk jalan, terutama jabodebek (tangerang belum!), dan cenderung mudah menghapal rute2 baru.. Jadi, InsyaaaAllah, ga perlu bingung atau pun khawatir klo keliling2.. klo pun tidak tau jalan, toh kita msh bisa bertanya2.. iya kan ??
7. pada beberapa hal, kami adalah org2 yg agak "demonstratif", frontal.. terutama utk hal2 yg menurut kami "kurang pas !"
8.dll
Ya itulah, beberapa hal yang barangkali baru kusadari keberadaannya. Yang barangkali hal ini belum tentu bisa kudapati dari yang lain..
Alhamdulillah...
Perlahan, ALLAH menunjukkan kebenaran-NYA dalam hal ini...
InsyaaaALLAH !!
Kamis, 13 Januari 2011
Aku dan Fikri
Sebenarnya, aku tak paham (atau setidaknya, tidak mencoba untuk memahamikah??) mengapa bisa begini.
Barangkali, masih dengan keegoan dan kebodohankulah hal ini terjadi. Belakangan, aku merasa, secara mau tak mau, aku jadi agak kasar dan berjarak dgn si sulung. Sedikit2 marah, sedikit2 membentak, dan terkadang main hukuman fisik.
Si kecil yang terkadang rewel, tubuhku yang letih, kemampuanku yang terbatas, seakan mudah sekali memicu emosiku, ketika si Sulung melakukan berbagai aksi.. Entah demonstrasi, entah protes, entah mencari perhatian, entah, entahlah.. aku mudah menjadi gusar karenanya..
Ya, si Sulung sudah bertambah besar.. mulai mengerti, bahwa ia juga ingin diperhatikan..
Tapi, kadang aku tidak bisa berbuat arif! masih saja!
Tapi sesungguhnya.. aku pun rindu dengannya, rindu memeluk dan menciumnya, meski aku masih sering melakukannya..
Bunda masih dan Insyaaallah akan selalu sayang padamu, Nak..
Jangan takutkan itu... !!
Fikri dan Hilmi, dua anak laki2 Bunda, yang jadi jagoan Bunda, yang Insyaaaallah jadi ladang amal Bunda..
InsyaaaAllah syurga kan menanti kalian..
Amiin..!!
(bingung dg corat-coret ini? gapapa deh.. aku jg agak bingung..!!!??) ^_^
Barangkali, masih dengan keegoan dan kebodohankulah hal ini terjadi. Belakangan, aku merasa, secara mau tak mau, aku jadi agak kasar dan berjarak dgn si sulung. Sedikit2 marah, sedikit2 membentak, dan terkadang main hukuman fisik.
Si kecil yang terkadang rewel, tubuhku yang letih, kemampuanku yang terbatas, seakan mudah sekali memicu emosiku, ketika si Sulung melakukan berbagai aksi.. Entah demonstrasi, entah protes, entah mencari perhatian, entah, entahlah.. aku mudah menjadi gusar karenanya..
Ya, si Sulung sudah bertambah besar.. mulai mengerti, bahwa ia juga ingin diperhatikan..
Tapi, kadang aku tidak bisa berbuat arif! masih saja!
Tapi sesungguhnya.. aku pun rindu dengannya, rindu memeluk dan menciumnya, meski aku masih sering melakukannya..
Bunda masih dan Insyaaallah akan selalu sayang padamu, Nak..
Jangan takutkan itu... !!
Fikri dan Hilmi, dua anak laki2 Bunda, yang jadi jagoan Bunda, yang Insyaaaallah jadi ladang amal Bunda..
InsyaaaAllah syurga kan menanti kalian..
Amiin..!!
(bingung dg corat-coret ini? gapapa deh.. aku jg agak bingung..!!!??) ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)
