Apakah aku harus memiliki hati besi utk terus bertahan ??
Apakah aku harus mematikan instingku sebagai seorang wanita dan ibu untuk mengejar suatu materi ??
Aku mengorbankan anak-anakku, mengorbankan perasaan anak-anakku, tak mempedulikan tangis mereka, tak mempedulikan permintaan mereka demi materi ??
Aku wanita, aku seorang ibu !! Tolong pahami itu !! Jangan paksa aku untuk pergi bekerja, mengejar rupiah, mengorbankan perasaanku yang teriris-iris atas tangis mereka... jangan!!
Tolong Pahami aku !! Biarlah kami hidup dengan jalan kami !! Jangan paksa kami karena ini !!
Toh, kalaupun aku tidak bekerja secara formil, aku pun akan mencari dengan cara yang lain.. tidak harus formil !!
Bukankah setiap anak memiliki rezekinya ?? Bukankah pintu rezeki begitu banyak, asalkan kita mau berusaha ?? Karena aku mengerti, dengan semengerti-mengertinya, bahwa kami hidup, butuh biaya, banyak, barangkali..
Aku yakin, pintu rezeki ALLAH begitu luas..
Mengapa kita harus takut dengan taghut yang bernama "RUPIAH" ?? Mengapa kita yang harus diaturnya ?? Mengapa bukan kita yang mengaturnya ??
Aku dinilai kufur ni'mat dengan apa yg sudah kuperoleh selama ini ?? Wallahu 'alam..
Tapi aku yakin, aku tidak harus tunduk kepada thaghut yang berwujud pekerjaan formil ini.. dan aku yakin, ALLAH Maha Kaya..
Bukankah ALLAH juga sudah membekaliku dengan "akal dan Fikiran" ? Bukankah itu juga merupakan anugerah yang begitu besar,luar biasa, yang juga harus kusyukuri, dengan memanfaatkannya sebaik mungkin ?? Bukankah rezeki_NYA ada d banyak tempat, tanpa harus menusuk2 prasaan anak2ku.. ??
Aku hanya ingin menjadi bagian bagi anak2ku.. menjadi seseorang yang bisa membuat mereka "nyaman".. Aku hanya ingin enjadi Ibu yang baik (dengan tanpa harus berpangku tangan, karena aku tahu, aku pun harus "berpenghasilan"). Aku tahu itu !!
Aku hanya ingin jadi sebaik-baiknya Ibu, dengan segala kekurangan yang ada pada diriku..
Aku tak ingin ada kekosongan di hati mereka, akan kasih sayang ibunya.. seperti yang pernah dirasakan oleh seseorang, ada yang "missing" di dalam dirinya..
Tolong, tolong pahami itu !!
Sekali lagi, jangan paksa aku !! Jangan !! karena aku pun bukan lagi anak2 kecil yang harus selalu disuruh atau pun didikte... !!
Yang kami butuhkan, barangkali, lebih kepada : tolong bebaskan kami dengan keputusan2 kami, dan tolong doakan kami, semoga itu adalah yang terbaik bagi kami, dan akan baik2 saja, Semoga ALLAH menunjukkan yang terbaik bagi kami, dan menolong kami... Itu !!
Tolong, mengertilah...
=Pagi menjelang siang,
(Akhirnya, aku berangkat kerja, dengan hati yang luka, pedih, marah, kecewa, sedih, dan menipu anakku.. Dan air mata, mulai jatuh !!)
Senin, 17 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar