Nanda, maafkan bunda..
Bunda hanyalah manusia biasa, yang penuh dengan kealfaan, kekurangan..
Bunda hanya manusia kerdil yang tak luput dari keluh kesah dan emosi..
hanya manusia biasa yang belum ahli me-manage gejolak hati ..
Nanda, maafkan Bunda, kalau pada akhirnya engkau tak luput dari lampiasan amarah Bunda
yang tak jarang juga berakibat pada hukuman fisik
atau... (hanya lampiasan emosi??)
Maafkan Bunda, kalau Bunda tak pandai menyusun kata-kata yang halus dan begitu santun paddamu
maafkan Bunda kalau bahasa fisik yang kadang jadi wujud ekspresi kekesalan dan kecewa Bunda..
Nanda, maafkan Bunda, kalau Bunda menuntut padamu terlalu banyak
menuntut apa-apa yang mungkin belum bisa engkau lakukan
menuntut berbagai pengertianmu
di usiamu yang masih begitu dini..
Nanda, maafkan Bunda,
kalau dengan sangat terpaksa Bunda harus membagi perhatian dengan adikmu
di saat engkau mungkin masih begitu perlu mendapatkan perhatian penuh dari Bunda..
Maafkan Bunda, Nak...
Sedih, penyesalan dan berbagai perasaan lainnya yang pada akhirnya muncul
setelah memberimu hukuman (atau luapan amarah) terhadap fisikmu yang masih mungil...
maafkan Bunda, Nak..
tak jarang, Bunda bahkan tak mampu menahan derai air mata ini
menyesali apa yg telah Bunda lakukan terhadapmu..
Maafkan Bunda, Nak...
entah bagaimana Bunda ini di matamu..
kejam, barangkali..
Tapi sungguh,Nak.. Bunda ingin bersikap lunak dan lembut terhadap kalian...
tapi kadang keadaan membuat Bunda sulit mengontrol diri dan emosi...
terlebih setelah kepenatan dan kejenuhan melanda diri dan jiwa Bunda...
Maafkan Bunda, Nak...
Maafkan...
Bunda hanya manusia biasa yang belum lagi ahli dalam mengontrol diri dan emosi...
Janganlah simpan dendam dirimu terhadap Bunda
karena... membayangkan itu saja, Bunda ngeri...
tidak, Nak.. jangan..
Semoga engkau mau memaafkan Bunda, dan menjadi anak yang shaleh dan penuh pengertian...
Maafkan Bunda, Nak... !!!
(Biarlah tetesan demi tetesan air mata Bunda, menjadi saksi akan penyesalan Bunda, karena tak lihai dalam mendidik kalian dengan cara yang santun dan haniif.. !!)
Minggu, 21 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar